Ini artikel yang saya yang masuk ke majalah Versus bulan lalu. Jangan lupa beli majalahnya juga
Nope, di sini saya tidak akan berbicara mengenai e-commerce.
Saya menujukan tulisan ini kepada website-website seperti yang dimiliki oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Entah itu B2C (Business to Consumer) ataupun B2B (Business to Business).
Salah Persepsi
Ada banyak orang memiliki persepsi yang salah mengenai website. Mereka mengira bahwa bisnis hanya ada di website e-commerce atau di website yang menyediakan sarana untuk transaksi. Tetapi tujuan sebuah website sebenarnya bukan ditentukan dari fitur ataupun sarana yang disediakan, melainkan dari motivasi awal mengapa website tersebut dibangun.
Semua website dibuat dengan tujuan tertentu, demikian juga dengan website perusahaan Anda. Situs tersebut mewakili perusahaan Anda di ranah online. Dan selaras dengan perusahaan Anda yang dibentuk dengan tujuan bisnis, website Anda pun sudah sewajarnya memiliki tujuan yang serupa.
Sayangnya, kebanyakan website yang ada sekarang tidak memiliki tujuan bisnis yang jelas. Banyak situs korporat resmi yang dibuat seadanya, seakan-akan dibuat dengan tujuan untuk menjadi kartu nama online.
Potensi yang terpendam
Website Anda bisa dimanfaatkan sebagai sebuah tempat yang lebih daripada sekedar menjadi kartu nama online.
Beberapa contoh:
- Tempat orang berinteraksi dengan bisnis anda
- Tempat referensi yang berbobot
- Menciptakan leads
- Menghasilkan pendapatan
Atau garis besarnya, situs perusahaan Anda bisa menjadi sebuah jembatan di mana peluang-peluang bisnis bisa terjadi secara nyata!

Dan sekali lagi ini sama sekali tidak memerlukan sarana-sarana tambahan apalagi fitur-fitur custom yang mahal.
Karena Anda sadari ataupun tidak, sebenarnya Anda sudah menjadikan situs Anda sebagai tempat bisnis. Hanya saja mungkin Anda belum menyadarinya atau belum mengapresiasinya sebagai tempat di mana bisnis bisa terjadi.
Tidak percaya?
Coba lihat website Anda, pasti ada bagian Contact. Mungkin selama ini Anda mengira bagian tersebut disediakan karena begitulah standarnya. Tetapi tidak demikian, Contact Us ada di situs kita karena kita ingin memfasilitasi pengunjung yang ingin menghubungi kita. Bagian tersebut disediakan agar pengunjung situs Anda bisa menghubungi pihak yang terkait dengan mudah. Dan jika mereka sampai membuat kontak dengan perusahaan Anda melalui website, biasanya untuk tujuan bisnis.
Tujuan yang jelas
Semua website korporat (maupun personal) dibuat dengan tujuan bisnis yang jelas. Hanya saja dalam implementasinya, banyak pihak yang kehilangan arah tujuan. Isi websitenya menjadi tidak mencerminkan tujuan asal. Biasanya karena mereka ingin mengakomodir desain yang artistik, atau fitur-fitur yang mutakhir.
Di sini saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa website dengan desain kontemporer atau fitur canggih akan menghambat tujuan bisnis website tersebut. Poin saya adalah: jika website Anda dibuat untuk tujuan bisnis, website tersebut seharusnya melaksanakan tugasnya dengan menjual (secara langsung maupun tidak langsung) layanan ataupun produk yang perusahaan Anda tawarkan; terlepas dari desain dan fitur.
Desain yang digunakan dan fitur yang disediakan sudah seyogyanya memfasilitasi tujuan awal dari website tersebut yaitu, bisnis.
Web Analytics
“Sekedar menjual” dan “Menjual dengan efektif” adalah 2 hal yang berbeda. Apakah anda tahu efektif atau tidaknya website Anda dalam menjual?
Web Analytics dapat memberikan informasi tersebut kepada Anda. Salah satu contoh tool Web Analytics adalah Google Analytics.

Kalau Anda belum mengimplementasikannya, jangan khawatir karena caranya sangat mudah. Anda hanya perlu untuk mengcopy sepenggal kode dan memasangkannya di web Anda. Tool ini bekerja untuk mengkoleksi data penggunaan website Anda secara anonymous (data pribadi pengunjung tidak akan dikoleksi). Contoh: Anda bisa tahu, secara kolektif, halaman mana saja yang dibuka oleh pengunjung situs Anda, berapa lama mereka tinggal di halaman tersebut, dari situs mana mereka datang, dan sebagainya.
Beri waktu 1 minggu dan implementasi dasar ini sudah dapat membuka berbagai macam wawasan yang tidak akan pernah Anda ketahui melalui tampilan depan situs Anda. Anda bisa mencari tahu hal-hal yang berhubungan dengan bisnis Anda, seperti:
- Kunjungan dari situs manakah yang paling menghasilkan banyak pendapatan bagi Anda?
- Halaman manakah yang memberikan kontribusi paling besar bagi penjualan di situs Anda?
- Apakah desain dan fitur di situs Anda distracting atau kondusif terhadap tujuan utama situs?
- Apakah hasil dari usaha digital marketing Anda sesuai dengan biaya yang dikeluarkan?
- Dan masih banyak lagi
Wawasan yang mengarahkan
Poinnya di sini adalah dengan menjalankan Web Analytics, Anda akan mendapatkan data bagaimana para pengunjung menggunakan situs Anda. Data inilah yang selanjutnya dapat diproses oleh para Web Analyst untuk menjadi informasi, wawasan yang membuka peluang-peluang yang baru. Bagian dari situs yang kondusif untuk perkembangan bisnis bisa disimpan bahkan ditingkatkan dan bagian yang kurang menghasilkan dapat dikurangi ataupun dieliminasi.
Kita sering meragu-ragukan apakah situs kita sudah cukup baik. Apakah desain kita sudah cukup menarik mata dan enak dilihat? Apakah copy writing kita sudah sesuai dengan target dan persuasif? Apakah arsitektur web kita sudah baik dan Search Engine friendly? Keraguan tersebut tidak akan pernah dipuaskan sebelum kita keluar dari pola pikir kreatif idealis dan melihat realita dari data yang ada.
Data data data!
Kita perlu data untuk memberikan justifikasi bahwa usaha kita selama ini sebenarnya membuahkan hasil (atau tidak). Datalah yang akan memberikan kita masukan dan arahan untuk menjadi lebih baik ke depannya.
Kalau pun ternyata, berdasarkan data yang diperoleh usaha kita tidak berhasil mencapai target, kita dapat mulai mencari tahu mengapa. Kita dapat belajar dari kesalahan yang telah dibuat dan mencoba memperbaikinya secepat mungkin. Tidak ada lagi tebak-menebak; tidak ada lagi kompromi karena ketidak-tahuan; tidak ada lagi usaha yang hanya berdasarkan perasaan/keyakinan.

Konklusi
Sebagai orang-orang kreatif, sangatlah wajar bagi kita untuk bermain-main dengan konsep website yang unik, menarik, baru, bahkan revolusioner. Tetapi kita juga harus tetap ingat bahwa semuanya itu dilakukan demi sebuah kepentingan bisnis.
Sebelum kita duduk tenang dan benar-benar meluangkan waktu untuk menganalisa apakah hasil usaha kita sebanding dengan tenaga, waktu dan biaya yang dikeluarkan, kita akan selalu melangkah dengan mata tertutup. Kita akan terus mencoba-coba tanpa pernah sungguh-sungguh mengetahui apakah yang kita sudah lakukan dengan benar dan yang mana yang masih harus diperbaiki.
Sebagai pesan penutup, saya ingin mengajak kita semua untuk mulai melihat keluar. Dunia online sangatlah luas, banyak peluang yang tersedia dan ada bermacam-macam hal yang bisa Anda lakukan dengan website Anda. Peroleh data performa website Anda dengan menerapkan Web Analytics sekarang juga dan selaraskan perkembangan situs Anda dengan informasi yang Anda dapat.
Saya harap semua usaha kreatif yang Anda lakukan ke depannya nanti akan memberikan manfaat bisnis yang jelas dan dapat dijustifikasi secara definitif.
Never stay too comfortable and always improve!
Email entry ini ke teman kamu
RT 

via RSS
via e-mail:

{ 15 comments… read them below or add one }
halo Mas Pandu, udah lama saya tidak berkunjung keblog ini.. Saya numpang baca-baca dulu ya….
Mari mas Rudy, silahkan dibaca.. Saya juga mulai jarang nulis dan jalan-jalan ke blog-blog lain nih
Hi Ndu,
Saya tertarik dengan makin maraknya start-ups dunia online yang penuh kreativitas. Apakah akan berakhir seperti masa dot com dulu?
Aloha bli Dani! Lama tak kulihat dirimu itu
That’s a good question.. susah dijawabnya. Sudah pasti akan tumbuh, tapi pola pertumbuhannya yg ngga bisa ditebak. Saya sendiri melihat banyak antusiasme dan “hype” akan dunia startup ini. Tapi sampai sekarang saya belum melihat banyak yg digarap dengan benar-benar serius layaknya startup di luar sana. Belum banyak juga yg benar-benar mengeksploitasi keunggulan jalur digital ketimbang jalur konvensional (seperti memanfaatkan web analytics ini, hehehe..).
Kayanya sekarang iklim startup Indonesia masih suam-suam kuku. Masih pada lirak-lirik kanan kiri lagi pada ngapain, kalo bisa dicontoh mengapa tidak, dan sebagainya. Masih jarang sekali yang berdiri tegak dan berani mengambil differensiasi yang jelas. Biasa lah umat Indonesia.. nunggu yang lain sukses dulu baru berani melangkah hehehehe
Mirip sama era dot com boom dulu kali ya? Mungkin bli juga bisa berkunjung ke DailySocial yg sering membahas dunia web lokal
Selain analisis Web, mestinya user testing jangan dilupakan sebagai masukan data.
Ya, dailysocial.net saya baca via planet terasi sesekali.
Saya bukan pengamat jejaring sosial. Tapi startups sepertinya cukup berhasil dengan trik membangun komunitas. Unik & kadang remeh, tapi diperlukan publik. Jika menjadi besar lalu dilirik perusahaan bonafid seperti Yahoo, itu bisa disebut lumayan berhasil. Entah dengan syarat usaha online bakal terkena pajak nanti.
Betul sekali bli.. Hanya saja kalau tidak ada indikasi yg mengarahkan apa yang krusial untuk ditest, testing hanya akan menjadi kegiatan yg berputar-putar di dalam asumsi yang sangat sering sekali salah. Informasi tersebut dapatnya dari analisa web.
Kalau dibilang cukup berhasil rasanya memang demikian. Hanya saja, skala “cukup” dan “berhasil” itu bertumpu kepada apa? Sekarang ini saya merasa massa Indonesia terlalu cepat berpuas diri dan sering sekali jatuh ke dalam hukum Newton #1: law of inertia. Rasanya susaaaaaahhhhh sekali untuk mereka terus mem-push diri mereka sendiri dan terus keluar dari comfort zone. Padahal, sifat-sifat (orang kulit putih) seperti inilah yang saya yakini sebagai motor utama di balik kesuksesan Sillicon Valley.
Terlepas dari bidang yg dibangun, yg Indonesia punya sekarang masih dalam tahap “volume yg banyak” – sama seperti dot com boom dulu. Tapi belum banyak yg merambah ke kualitas pengembangan yg serius. Rasanya cukup jelas kalau bli lihat startup-startup yg ada sekarang ini. Ada beberapa yg eksepsional di mata saya, tapi sangat minoritas.
Kalau ada startup yg membaca, semoga komentar saya ini tidak sebagai pandangan pesimistis terhadap masa depan startup Indonesia ya.. tapi sebagai dorongan untuk terus memajukan diri.
Dan jangan lupa, do web analytics
Saya suka dengan 4 poin tentang potensi website de atas…
twothumbs!
terimakasih Ardian,
ditunggu kunjungan selanjutnya
He he… ini kunjungan “selanjutnya” darui saya…
Sebenarnya saya kurang mengerti dengan artikel di atas — maaf saya tergolong nubi di bidang internet marketing
— tapi saya suka. Kebanyakan narablog lokal hanya membahas PTC dan Affiliasi ketika berbicara seputar bisnis online haha…
Apakah ini semacam menentukan strategi STP dalam pemasaran ya?
Hi Ardian,
Sori saya kurang fasih dalam istilah lokal: STP apa ya?
OOT, majalah versus itu majalah apa ndu??
“Apakah hasil dari usaha digital marketing Anda sesuai dengan biaya yang dikeluarkan?” Metricsnya apa aja?? Msh bias nih.. hehe
Salah satu majalah design terkenal (padahal dulu gue jg ga tau kalo itu terkenal hehe..). Saingannya Concept.
Btw gue ga nangkep maksud pertanyaan lo. Dan apanya yang “bias” ya?
hmmm.. biasanya metrics apa aja yg lu ukur.. apakah kenaikan brand awareness, penjualan, traffic atau apa? gimana nentuin sebanding atau ngga, hasil yg didapat dgn biaya yg dikeluarin?
Pertanyaan yg sangat bagus Dik, tapi sayangnya salah direction
Yg lo ajuin adalah derivatif dari pertanyaan-pertanyaan kritikal yg seharusnya ajukan kepada dan siap dijawab oleh business owners yg mengeluarkan biaya. Merekalah yg tau secara persis business objective apa yang ingin mereka capai melalui media online. Dan setiap bisnis memiliki tujuan bisnis yg berbeda dengan target yang berbeda pula; tergantung segmen maupun situasi mereka.
Dan yang dilakukan seorang web analyst adalah mentranslate aktivitas di web menjadi metrics yang paling sesuai dengan tujuan bisnis tersebut. Analis harus memposisikan diri di perspektif seorang client, dan bukan sebaliknya. We may advise, but we don’t instigate.
Pertanyaan lo sebenernya meng-komplimen-kan dan memberikan poin tambahan kepada artikel ini yang ditujukan kepada para pemilik bisnis (online). Thanks Dik
Perusahaan yang mempunya situs harus membaca post ini, sangat penting untuk mengetahui bagaimana menjalin hubungan bisnis tingkat internasional. Saat ini banyak orang yang online namun tidak sadar bahwa mereka “terhubung”.