Ketahui Hasil Campaign Kamu Dengan GA Campaign Tracking – Part 1

Ini adalah bagian pertama dari seri 5 entry dimana saya akan membahas mengenai Campaign Tracking. Pembahasan saya ke depan akan mencakup:

  1. Online Campaign Tracking
  2. Twitter Campaign Tracking
  3. Web Analytics: Segmentasi dan Testability sebagai manfaat terbesar Campaign Tracking
  4. Offline Campaign Tracking
  5. Synthesizing campaigns, web analytics dan relevance

Jadi beberapa entry dari seri ini akan sedikit bersifat teknikal tetapi saya janji kamu pasti bisa mengikutinya; I promise :D

“I know that half my advertising / marketing budget is wasted. The problem is, I don’t know which half.”

- The Famous Advertising/Marketing problem

Sebagai seorang pemilik website yang baik dan peduli akan perkembangan website kamu, kamu pasti sudah memasang web analytics tool di website kamu (Sudah kan? Apa jangan-jangan kamu baru dengar soal web analytics??? *GASP*)

Dari data-data yang masuk, kamu bisa melihat sumber trafik yang paling banyak masuk ke website kamu. Kamu juga bisa menentukan sumber trafik yang mana yang paling menghasilkan dan menguntungkan website kamu.

Different Traffic Source

Sumber Traffic yang berbeda-beda

Beberapa dari kamu yang sudah pernah memakai Google Analytics mungkin memerhatikan bahwa ada sumber trafik saya di atas yang bernama “Other”. Itu adalah sumber trafik yang sifatnya “campaign”. Kalau kamu belum pernah melakukan campaign, pie chart traffic source kamu tidak akan memiliki field “Other”… dan kalau kamu belum pernah tahu soal ini, please read on :)

Apa itu Campaign?

Barrack Obama Campaign

Barrack Obama Campaign

Campaign berarti kampanye; biasanya bersifat promosi. Setiap pemilik website pasti pernah mempromosikan website mereka. Kamu mungkin pernah berpromosi di website lain dengan memasang banner. Atau mungkin promosi kamu lebih bersifat generik dengan cara yang lebih halus seperti melakukan social networking campaign; di Facebook, di Twitter, di blog lain, dan sebagainya. It’s all good tapi ada masalah dengan GA tracking yang default untuk mentrack campaign.

Problem yang pertama: kalau ada trafik yang masuk ke website kamu dari website lain, kamu hanya akan mendapatkan report bahwa trafik tersebut adalah referral (website kamu direfer dari sumber lain). Saya pribadi beranggapan bahwa referral adalah sebuah anjuran dari sebuah situs. Tapi kalau saya sendiri yang berpromosi, seharusnya bukan dianggap sebagai referal. Dari kebutuhan itulah, akhirnya dibuat traffic source yang bernama “campaign”.

Problem yang kedua: katakanlah saya berpromosi untuk mendatangkan traffic ke blog ini dengan menaruh banner di blog milik Ilman Akbar. Kemudian karena saya menyukai blog tersebut, saya juga meninggalkan komentar di sana.

Lalu katakanlah mbak Kristin lagi blogwalking ke blog Ilman dan tertarik melihat banner saya. Dia *klik* dan menclok di blog ini.

Beberapa hari kemudian, mbak Kristin kembali lagi ke blog Ilman dan membaca entry terakhirnya. Karena saya orangnya gatelan untuk komentar, saya sudah meninggalkan komentar sebagai respons atas entry tersebut. Mbak Kristin pas membaca komentar saya berpikir “Gila, keren banget ni orang, gue mau jadi fans barunya ah!” ( D; ) dan dia melihat foto saya dan nama saya di atas komentar saya dan dia berpikir: “OMG SO HOT” ( D; !! ) *klik* dan dia mampir lagi ke blog saya

Btw, tambahan dari Kristin: “bukan hany itu saja stlh menjadi penggemarnya pun saya tak bisa makan dan tidur selalu terbayang dan tak lekang oleh waktu.” – I swear ini dia yang nambahin sendiri lewat YM hahahaha

Ini problemnya: Google Analytics tidak akan bisa membedakan antara kedua visit yang sebenarnya berbeda tersebut. Karena keduanya berasal dari situs yang sama, GA akan berpikir bahwa traffic source untuk kedua visit tersebut adalah: 1. referal dan 2. berasal dari domain yang sama. Jadi akan ada 2 visit dengan source blognya Ilman dan medium adalah referal.

Is that correct?

Hell no.

Kedua visit tersebut datang dari sumber yang sama tapi dengan pancingan yang berbeda. Yang satu adalah campaign banner yang berbayar (karena Ilman pelit banget sama saya :P ) dan yang satunya lagi adalah social networking campaign berupa komentar. Dan fatalnya lagi, keduanya bukanlah bersifat “referal”, melainkan “campaign”; Ilman tidak merefer blog saya dalam bentuk apapun.

Saya harap sekarang kamu bisa mendapatkan gambaran tentang “campaign”, perbedaannya dengan “referal” dan mengapa “traffic source: other / campaign” itu penting.

Please kalau tidak mengerti, tanya di kolom komentar di bawah. Campaign Tracking SANGAT SANGAT penting untuk kelangsungan hidup kamu *lebay* (I swear I had to do it). Kalau ada yang belum mengerti, saya janji saya akan jelaskan lebih detil lagi; kalau tidak saya utang kamu KFC Family Pack. Deal?

“Jadi ndu, bagaimana caranya menset sumber traffic menjadi Campaign?”

Untungnya campaign adalah sesuatu yang kamu kontrol, sesuatu yang kamu atur sendiri lokasinya, cara penyampaiannya, bentuknya, dan aspek-aspek lainnya (karena itulah saya sangat menyukai social networking campaign – saya bisa kontrol sepenuhnya). Visit yang terjadi karena campaign adalah visit yang terjadi karena dia mengklik link kampanye promosi kita yang menuju ke website kita dalam bentuk gambar atau tulisan. Dan link inilah yang harus kita atur untuk menjadikannya bentuk campaign (dan bukan referral!).

Visit ke website kita yang dipasang GA akan dimonitor oleh kode tracking GA dan kode tersebut bisa mengetahui sumber pengunjung yang datang. Sumber tersebut berupa URL (hostname & request URI) yang tercatat di cookie bernama _utmz.

Ingat: GA melihat URL (yaitu: hostname & request URI) dari tempat asal kita datang.

Dan salah satu kemampuan parsingnya adalah memilah-milah variable-variable berikut ini dari URI:

  1. utm_source – sumber tempat link ini berada *
  2. utm_medium – media tansport ke situs: banner? link? *
  3. utm_term – keyword yang digunakan
  4. utm_content – isi campaign
  5. utm_campaign – nama campaign *

* harus diisi
Semua variable ini bisa kita tentukan sendiri dan syntaxnya seperti ini:
http://www.contoh.com/?utm_source=isisendiri&utm_medium=isisendiri&utm_campaign=isisendiri

Bayangkan jika ini adalah link yang menuju situs kita. Ada yang sudah berbinar-binar matanya? :D

Google menyediakan URL Tool Builder untuk easy tagging URL campaign kamu: http://www.google.com/support/googleanalytics/bin/answer.py?hl=en&answer=55578

Kita ambil contoh kasus di atas (banner dan link komentar di blog Ilman Akbar):

Campaign to my blog

Campaign ke pandutruhandito.com

Saya bisa tagging link di banner dengan: utm_source=ilmanakbarblog&utm_medium=banner&utm_campaign=traffic%2Bcome%20to%20papa

sourcenya dari: ilmanakbarblog = blognya ilman akbar
mediumnya: banner
nama campaignnya: traffic%2Bcome%20to%20papa = traffic come to papa

Dan saya bisa tagging link di komentar dengan: utm_source=ilmanakbarblog&utm_medium=link&utm_campaign=komentar

sourcenya dari: ilmanakbarblog = blognya ilman akbar
mediumnya: link
nama campaignnya: komentar

Jadi ketika seseorang meng-klik banner, saya akan tahu bahwa ada traffic yang masuk dari campaign banner saya. Begitupula ketika ada yang meng-klik link ke blog saya dari bagian komentar entrynya Ilman.

Ini contoh nyatanya, silahkan kamu coba: Klik link ini untuk menuju salah satu halaman blog saya. Linknya sudah saya tagging dengan variable berikut ini:

sourcenya dari: entry kali ini = http://pandutruhandito.com/ramblings/ketahui-hasil-campaign-kamu-dengan-ga-campaign-tracking-part-1
mediumnya: link
nama campaignnya: coba coba

Coba kamu klik link di atas; saya akan tunjukkan hasilnya pada entry selanjutnya :)

Bebas berkampanye!

Saya harap sekarang kamu bisa lebih bersemangat untuk berkampanye di mana saja, sesuka hati kamu: bisa di email, di situs lain, di social media, dan tempat lainnya. Promosikan situs kamu ke mana-mana dan dapatkan data campaign kamu!

Sekarang adalah waktunya untuk “throw it on to the wall and see if it sticks”. Cobalah berkampanye di berbagai tempat dan lihatlah campaign mana yang menghasilkan. Sekarang kamu memiliki laporan yang jelas bahwa traffic dari referral berbeda dari campaign traffic. Dan traffic yang datang dari campaign X memberikan hasil yang berbeda dari traffic yang datang dari campaign Y. Berikan prioritas kepada kegiatan kampanye yang memberikan hasil yang baik, dan kurangi kegiatan kampanye yang kurang berhasil.

This, my friend, is the real Internet Marketing

Next time kamu berpromosi atau berkampanye, cobalah menggunakan trik ini agar usaha marketing / advertising kamu bisa terdeteksi dengan benar sebagai sebuah campaign. Ada yang kurang jelas? Ada pertanyaan lebih lanjut? Mohon ditanyakan di kolom komentar :)

Suka entry ini? Beritahu teman-teman kamu juga ya ↓
  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz

5th Feb 10. Posted in data collection, internet marketing, introduction, online campaign, ramblings, social networking, teknik, traffic, web analytics.

View or Post Comments.