“I know that half my advertising / marketing budget is wasted. The problem is, I don’t know which half.”
- The Famous Advertising/Marketing problem
Hey! Apakah kamu sudah mencoba mengimplementasi campaign tracking yang sudah saya bahas terakhir kali?
No?
Kalau belum, saya sangat menganjurkan kamu untuk membacanya terlebih dahulu supaya kamu bisa lebih mengerti entry kali ini.
Di entry tersebut saya sudah membahas bagaimana online campaign yang kita lakukan ke website-website lain (termasuk juga social media, forum, dsb) bisa kita track dengan menambahkan variable-variable yang bisa dibaca oleh Google Analytics (utm_campaign, utm_source, dsb). Kali ini kita akan membahas..
Twitter campaign tracking

Sebelum saya membahas lebih jauh, di part 1 beberapa dari kamu sudah mencoba campaign tracking di experiment yang saya sediakan. Coba kamu lihat hasilnya terlebih dahulu.
Kamu pasti sangat menyadari bahwa ada banyak sekali link yang dibagikan melalui twitter. Saya sendiri juga pernah berpromosi dengan menyebarkan link ke beberapa artikel blog ini melalui twitter. Tapi bagaimana cara kita mengetahui respon orang tersebut?
Sama seperti kampanye online kamu yang lain (banner, dll), link di twitter yang menuju ke situs kamu bisa kamu tag dengan campaign tracking. Ketika ada pengunjung yang mengunjungi situs kamu dari link yang kamu berikan di Twitter, Google Analytics yang sudah kamu pasang di situs kamu akan bisa menentukan, dari variable yang ada, bahwa pengunjung tersebut berasal dari campaign kamu.
The trick!
Setelah kamu tag link tersebut dengan variable-variable campaign kamu, link tersebut siap dipakai untuk digunakan di ke dalam campaign twitter kamu.
… Eits, tapi jangan lupa: setelah ditag, link tersebut akan menjadi sangat panjang dan akan menghabiskan kuota jumlah karakter yang diperbolehkan oleh twitter. So what do we do?
That’s right! Shorten it!
Kamu bisa memakai servis-servis URL shortener yang tersedia. Saya pribadi menggunakan bit.ly (dulu sempat menggunakan cli.gs sebelum akhirnya beralih).
Gampang kan?
Google menyediakan URL Tool Builder untuk easy tagging URL campaign kamu: http://www.google.com/support/googleanalytics/bin/answer.py?hl=en&answer=55578
Sekali lagi, kalau ada yang tidak mengerti, langsung tanya di kolom komentar di bawah. Kalau saya tidak menerangkan lebih lanjut kamu akan saya traktir makan buffet di Shangrila! D; You have nothing to lose, just ask. Saya ingin kamu benar-benar mengerti
Step-by-step guide
- kamu ambil URL yang ingin kamu kampanyekan
- tag URLnya dengan campaign tracking (gunakan servis dari Google yang saya cantumkan di atas!)
- shorten it!
- and lastly, tweet it
Easy peasy, right?
“Ndu, kalau pakai URL shortener saja tidak cukup?
Tidak.
URL shortener sekarang pada umumnya diperlengkapi dengan fitur analytics yang bisa memberitahukan kita berapa banyak link yang kita promosikan sudah diclick. Problemnya metrics yang disediakan hanyalah sejauh hits atau dalam istilah internet marketing, hanya metrics pre-click marketing yang dihitung.
Betul mungkin message yang disampaikan di Twitter sangat efektif untuk membuat orang-orang penasaran untuk meng-klik link yang kita berikan. Tetapi URL shortener tidak bisa mengetahui lebih jauh lagi; analytics yang disediakan tidak bisa memberitahukan kita akan metrics dari post-click marketing. Orang meng-click dari promosi kita bukan artinya dia akan suka dengan situs kita ketika dia tiba.
Beberapa catatan
1. Tidak ada gunanya kamu men-tag link yang kamu share melalui twitter kalau linknya tidak mengarah ke situs kamu karena kamu tidak bisa melihat datanya. Kalau linknya mengarah ke situs teman kamu dan dia memakai GA, mungkin kamu bisa membantu dia dengan mentagging URL yang kamu kirimkan dengan utm_source=twitter&utm_medium=tweet&utm_campaign=namakamu
heheheh..
2. Menjawab pertanyaan Ilman Akbar:
“oh iya, kalo kita ngeklik link yang ada di Twitter tapi pake client (misalnya tweetdeck atau yg lain), itu otomatis ditambahin utm_source dari twitter nggak?”
Nope.
Campaign tracking harus kamu lakukan secara manual (kecuali untuk Adwords dimana kamu bisa men-set auto-tagging). Desktop client biasanya menyediakan servis untuk menshorten URL dan hanya URL yang kamu masukkanlah yang dishorten. Kalau yang kamu masukkan tidak mengandung variable campaign tracking, ya variablenya tidak akan tercantum di URL yang sudah dipendekkan tersebut
Sedikit sharing & sedikit Web Analytics
Saya baru mulai menggunakan Twitter secara intensif sekitar 1-2 bulan yang lalu.
“kok ngga dari dulu ndu?”
Sebelum-sebelumnya saya terlalu sibuk untuk belajar dan bekerja. Dan kalau soal internet marketingnya, sampai beberapa bulan sebelum saya berstatus “pengangguran”, mata saya masih dibutakan oleh SEO, heheheh..
Setelah saya mulai menggunakan Twitter, saya mencoba untuk mempromosikan blog ini melalui social media tersebut. Pertamanya memang agak suram, tapi akhirnya mulai membuahkan hasil
Nama campaign saya: i share – yang berarti saya sendiri yang menyebarkan
Medium: tweet
Source: twitter (do’h)
Ini grafik perkembangannya so far:
Perjalanannya agak-agak menyedihkan gimana gitu kan? Saya mulai tweeting sekitar November – awal Desember (kalau tidak salah ingat) dan baru ada klik yang masuk awal Januari :_(
Tapi setelah saya pikir-pikir lebih jauh ya… cukup maklum juga sih, secara waktu itu saya sama sekali tidak “exist” di twittersphere dan follower saya juga masih jarang-jarang.

Twittercounter.com: pandutruhandito
Seiring bertambahnya audience saya, bertambah juga jumlah orang yang mengklik link yang saya promosikan melalui twitter dan mereka mampir ke blog ini.
Anyway,..
This, my friend, is the real Internet Marketing
Ini adalah bagian ke 2 dari seri 5 entry dimana saya akan membahas mengenai Campaign Tracking. Berikut adalah entry lainnya:
Entry berikutnya saya akan membicarakan implikasi dari 2 entry terakhir di blog ini dan tentunya di dalam framework Web Analytics.
Kamu pernah pakai twitter kan? Pasti dong.. Sudah pernah pakai untuk mempromosikan website kamu? Belum pernah? Coba terapkan teknik yang sudah saya bahas di entry ini. Kalau kamu tahu hasil dari campaign kamu, saya yakin kamu akan lebih bersemangat untuk terus meningkatkan cara kamu berkampanye di kemudian hari.
Oh btw, kalau kamu ada trik lainnya untuk menghitung keefektifan campaign twitter kamu, saya harap kamu mau sharing di sini agar kita semua dapat belajar dari kamu
