Manfaat terbesar Campaign Tracking: Segmentasi dan Testability

“I know that half my advertising / marketing budget is wasted. The problem is, I don’t know which half.”

- The Famous Advertising/Marketing problem

Hah! Akhirnya saya melanjutkan lagi seri campaign tracking ini.

Saya sudah membahas cara untuk mentrack online campaign yang kamu lakukan di 2 entry terakhir seri ini; entry yang satu membicarakan campaign secara general, yang satu lagi membicarakan campaign lewat twitter.

So why track campaigns?

Alasan paling dasar adalah untuk membedakan campaign dengan referral. Tanpa tagging, visit yang datang karena link yang kita kampanyekan akan ditandai sebagai referral. Padahal link tersebut adalah hasil dari usaha (kampanye) kita sendiri dan bukanlah sebuah referral (anjuran / rekomendasi) dari siapapun.

Tetapi yang lebih penting lagi adalah: dengan campaign tracking, kita bisa tahu hasil usaha dari kampanye kita dan menggunakan data yang kita dapat dan memprosesnya untuk digunakan lagi sebagai feedback untuk online campaign ke depannya.

Let’s see some data!

Bandingkan campaign traffic dengan sumber trafik yang lainnya:

Campaign traffic versus other sources

Campaign traffic versus other sources (klik untuk melihat dalam ukuran asli)

Ada beberapa hal yang bisa kita lihat di sini:
1. Campaign traffic memiliki hasil yang berbeda dengan referral. Terkadang ketika traffic dari campaign sedang naik, referral malah turun, dan begitu juga sebaliknya. Saya harap sekarang kamu memahami benar mengapa campaign harus dipisahkan dari referral.
2. Hasil usaha marketing dari campaign traffic is awesome! :D Lihat metrics-metrics yang dihighlight: visit dari campaign lebih rendah tetapi average time on site, value dari event yang tertrigger, goal value per visit dan revenue mengalahkan traffic source yang lainnya. Cool eh?
3. Lihat ada spike yang terjadi tanggal 15 Februari kemarin untuk campaign traffic. Saya akan menjelaskannya lebih lanjut nanti.

Jadi selain daripada cara konvensional untuk mendatangkan traffic melalui search engine marketing dan social media marketing, kita bisa juga mencoba untuk “menjemput bola” dan berkampanye sesuka hati kita.

Manfaat terbesar dari campaign tracking adalah segmentasi

Kamu bisa menetapkan sendiri isi untuk variable-variable campaign (utm_source, utm_campaign, dsb). Artinya kamu bisa memisah-misahkan campaign yang satu dari yang lain dengan tingkat kedetilan yang bisa kamu atur sendiri! Kamu juga bisa mengelompokan campaign-campaign yang kamu lakukan sesuka hati kamu. Atau dengan kata lain, kamu bisa membuat segmentasi kampanye kamu sendiri. Seberapa detilnya, apa yang dimasukkan, bentuknya apa, semuanya terserah kamu.

Mungkin kamu sedikit bingung, jadi mari kita lihat contoh konkritnya bersama. Saya memiliki 1 campaign bernama social media profile. Campaign tersebut adalah usaha saya mencantumkan link ke blog ini dari profile-profile pada situs jejaring sosial yang saya.

Jadi di sini saya kelompokkan semua usaha saya tersebut ke dalam 1 kampanye bernama “social media profile”

Tapi saya membuat segmentasi berdasarkan social medianya. Jadi walaupun campaignnya sama, saya tidak mau mencampurkan kampanye di facebook dengan kampanye di twitter.

Mengapa?

Karena audience (yaitu, orang-orang yang mungkin melihat kampanye tersebut) di facebook saya pasti berbeda dengan audience di twitter. Sehingga saya berhipotesa bahwa hasilnya pun pasti akan beda. Let’s see if I’m right.

social media profile campaign

Social media profile campaign (klik untuk melihat dalam ukuran asli)

Seperti yang bisa kita lihat di atas:
1. Nama kampanye dan medium kunjungan (dari link) sama, tetapi sumber pengunjung tersegmentasi
2. Facebook mendatangkan lebih banyak orang yang belum pernah datang ke blog saya sebelumnya
3. Pengunjung dari Facebook pun lebih lama tinggal di blog ini. Hmmm… I wonder why. Ada yang mau menebak kira-kira kenapa?
4. Walaupun pengunjung dari Facebook tinggal lebih lama, tetapi goal value per visit dan revenue yang dihasilkan dari Twitter jauh lebih besar!

Dengan segmentasi seperti di atas kita dapat memilah-milah campaign yang mana yang menghasilkan dan mana yang tidak. Feedback tersebut bisa kita gunakan sebagai input untuk kampanye kita ke depannya nanti. Kalau untuk saya, karena Twitter lebih menghasilkan daripada Facebook, saya akan mencoba untuk mendapatkan lebih banyak follower agar ada lebih banyak orang yang melihat blog ini dari profile twitter saya.

Actionable insight right there! :D

Dari segmentasi kita melangkah lebih jauh lagi dan melakukan testing

Masih ingat spike pada tanggal 15 Februari untuk campaign traffic? Coba scroll ke atas dan lihat chart pertama di entry ini.

Sudah?

Kalau kamu perhatikan baik-baik, sebenarnya ada spike yang terjadi juga pada tanggal 29 Januari. Why?

Pada hari itu saya berkampanye di twitter untuk entry saya yang membahas tweet dari mas Tuhu Nugraha.

Campaign Twitter tanggal 29 Januari

Campaign Twitter tanggal 29 Januari (klik untuk melihat ukuran asli)

Tetapi pertanyaannya di sini adalah mengapa terjadi spike. Saya selalu mentagging link yang saya kampanyekan di twitter dengan variable-variable campaign tracking sebelum saya shorten. Tetapi mengapa tanggal 29 Januari terjadi spike dan kampanye sebelumnya tidak?

Jawabannya ada pada perubahan cara saya berkampanye.

Sebelum-sebelumnya, kampanye saya selalu standar. Saya menyertakan beberapa kata pengantar yang deskriptif dan saya masukkan link menuju ke entry saya. Contohnya seperti ini:

My usual twitter campaign

Bagus sih, tapi ternyata saya bisa melakukan lebih; dan sebenarnya saya menemukannya karena coba-coba.

Karena entry yang saya kampanyekan tanggal 29 Januari lalu membahas orang yang spesifik (yakni, mas Tuhu), saya menyertakan @tuhunugraha di kampanye twitter saya. Saya cukup beruntung karena mas Tuhu sangat responsif dan “ikut membantu” kampanye tersebut dengan me-retweet link tersebut yang kemudian di-retweet lagi oleh salah satu followernya. Kampanye yang sedikit menyebar ini menghasilkan spike yang kamu lihat di atas pada tanggal 29 Januari.

Kemudian saya berpikir “gue target 1 orang saja hasilnya begitu.. coba kalau target 3 orang ah :D ”. And I went and did it.

Entry saya yang terakhir lahir karena perbincangan yang terjadi ketika saya bertemu mas Ismujiarso, mbak Kristin dan mas Pitra. Jadi ketika saya kampanyekan entry tersebut di Twitter, saya mencoba untuk menargetkan ketiganya.

My reformed twitter campaign

Kali ini tweet saya tidak menyebar (no RT love :( ) Tetapi daripada bermurung hati, mendingan saya langsung berkonsultasi kepada pacar saya – Google Analytics – untuk hasil yang lebih detil.

Campaign twitter: old vs new

Campaign twitter: old vs new (klik untuk melihat dalam ukuran asli)

Well well well.. what do we have here? :D

Sepertinya saya tidak perlu murung, karena ternyata:
1. walaupun tidak di-RT, pengunjung yang datang melalui kampanye saya yang baru lebih banyak
2. Average time on page memang turun, tetapi..
3. Bounce rate juga turun :D
4. Pengunjung dari campaign yang baru juga melakukan beberapa event di blog ini
5. Goal value per visit dan goal revenue juga jauh lebih banyak

Tidak jadi murung deh, hehehehe

Catatan: Revenue dan goal value per visit untuk tanggal 29-30 hanya 0 karena waktu itu saya belum menetapkan Goal Value (kapan-kapan akan saya jelaskan)

Poinnya di sini adalah testability. Dengan mensegmentasi kampanye saya, saya bisa membeda-bedakan kampanye yang satu dengan yang lain. Kemudian saya pelajari kampanye yang berhasil dan saya bisa mulai melakukan testing untuk menghasilkan kampanye yang lebih baik di kemudian hari.

This, my friend, is the real Internet Marketing

Ini adalah bagian ke 3 dari seri 5 entry dimana saya akan membahas mengenai Campaign Tracking. Berikut adalah entry lainnya:

  1. Online Campaign Tracking
  2. Twitter Campaign Tracking
  3. Web Analytics: Testability sebagai manfaat terbesar Campaign Tracking
  4. Offline Campaign Tracking
  5. Web Analytics: Synthesizing campaigns, web analytics dan relevance

Saya harap kamu bisa melihat keuntungan dan manfaat terbesar dari campaign tracking. Dan saya harap saya sudah memotivasi kamu untuk mentrack kampanye yang kamu lakukan agar kamu bisa mendapatkan feedback untuk campaign kamu ke depannya.

Kalau ada yang bingung dan ingin ditanyakan, mohon bertanya di kolom komentar. Dan kalau kamu suka entry ini, tolong bantu saya untuk membagikan ke teman-teman kamu juga dengan menekan tombol-tombol share di bawah ini ↓

Suka entry ini? Beritahu teman-teman kamu juga ya ↓
  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz

18th Feb 10. Posted in data segmentation, internet marketing, online campaign, post click marketing, ramblings, teknik, web analytics.

View or Post Comments.