Resep Online Campaign: Sintesis antara Relevansi & Web Analytics

“I know that half my advertising / marketing budget is wasted. The problem is, I don’t know which half.”

- The Famous Advertising/Marketing problem

Akhirnya kita tiba pada entry terakhir untuk seri ini. Kali ini saya akan membahas mengenai kampanye yang baik, di dunia online maupun offline.

Advertising campaign yang baik harus memiliki relevansi yang kuat

Kampanye yang baik harus menjaga relevansi antara kampanye tersebut dengan halaman tujuan dari kampanye itu. jangan sampai kita mengkampanyekan mengenai diskon sepatu 50% tetapi halaman tujuan dari kampanye tersebut sama sekali tidak menyebutkan soal diskon yang bersangkutan. Kalau kita yang diperlakukan demikian, saya yakin kita semua akan merasa “tertipu”.

Contoh kampanye yang kurang baik

Di entry terakhir kita melihat contoh dari Teras kota (BSD) yang menampilkan advertisement di sebuah tabloid.

Advertisement Teraskota

Advertisement Teraskota

Link ke websitenya dicantumkan tetapi menuju ke homepage padahal tema advertisement itu sendiri adalah mengenai Natal dan akhir tahun. Pengunjung yang datang sudah terlanjur memiliki ekspektasi bahwa mereka akan langsung mendapatkan informasi mengenai suasana natal di Teras kota.

Dan homepage bukanlah halaman yang tepat untuk halaman tujuan kampanye karena, biasanya, ada banyak hal yang tercantum di homepage. Pengunjung tidak bisa dengan cepat dan mudah menemukan informasi yang mereka cari yang mereka peroleh ketika melihat advertisement tersebut.

Bukankah lebih baik jika Teras kota membuat page tersendiri yang membahas Natal dan mengarahkan link di advertisement tabloid itu ke halaman tersebut? Relevansi antara kampanye dan halaman tujuan menjadii sangat jelas dan user experience pun lebih baik karena pengunjung dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari.

Jadi saran saya untuk Teras kota (dan advertiser lainnya yang masih melakukan hal yang sama):

  1. Buat kampanye dengan mencantumkan link ke halaman yang langsung menuju kepada informasi yang spesifik. Dalam hal ini, halaman tersebut adalah halaman tentang natal.
  2. Terapkan teknik campaign tracking offline advertisement

Contoh kampanye yang baik

Pertama adalah kampanye dari SoyJoyID di Twitter. Account @soyjoyid memberikan link dengan target yang jelas. Message yang disampaikan melalui tweetnya juga memberikan konteks yang sesuai dengan konten dari halaman tujuan.

Twitter Soyjoy

Kedua adalah kampanye dari AdaDiskon di Twitter (lagi!). Sebenarnya, kalau dibilang campaign mungkin kurang tepat karena AdaDiskon menggunakan Twitter secara reguler sebagai channel marketing untuk memperluas reach mereka. But anyway.., mirip dengan @soyjoyid, account tersebut juga mencantumkan link menuju ke halaman yang sesuai dengan tweet mereka. Bagus!

Twitter Adadiskon

Ketiga adalah banner dari Pepsodent di Wolipop. Banner tersebut mengiklankan paket liburan ke Bali dengan mengirimkan taktik mengajarkan anak-anak Indonesia untuk rajin menggosok-gigi. Halaman tujuan dari banner itu langsung menampilkan hal yang kongruen dengan advertisement di banner

Banner pepsodent di wolipop.com

Congratulations soyjoy, adadiskon & pepsodent! Good job so far.. :D

Advertising campaign yang baik juga memonitor hasilnya dengan web analytics

Berdasarkan pelajaran seri campaign tracking ini, kita tahu kalau ketiga kampanye di atas bisa dijadikan lebih baik lagi!

Ketika saya klik link dari adadiskon & soyjoy dan banner dari pepsodent di wolipop, semua kampanye / advertisement tersebut tidak ditrack sama sekali! Padahal website adadiskon, soyjoy dan sikatgigipagimalam (pepsodent) semuanya ditracking oleh Google Analytics! Sayang sekali apabila mereka tidak bisa menghitung efektifitas kampanye mereka tersebut bukan?

Apalagi untuk pepsodent yang saya yakin keluar dana yang lumayan untuk memasang banner advertisement di wolipop. Bukankah seharusnya mereka mengukur efektifitas dari banner tersebut? Apakah banyak pengunjung dari banner tersebut yang mendaftar? Apakah banner tersebut lebih efektif dibanding sumber lain untuk mengajak orang untuk bergabung? Apakah dana yang dikeluarkan sesuai dengan pendaftaran yang terjadi? Dan masih banyak lagi yang bisa mereka ketahui..

(Sayang sekali mereka tidak membaca dan mengikuti pelajaran dari seri ini ya :D )

Ini adalah bagian ke 5 dari seri 5 entry dimana saya akan membahas mengenai Campaign Tracking. Berikut adalah entry lainnya:

  1. Online Campaign Tracking
  2. Twitter Campaign Tracking
  3. Web Analytics: Testability sebagai manfaat terbesar Campaign Tracking
  4. Offline Campaign Tracking
  5. Synthesizing campaigns, web analytics dan relevance


Bagaimana seri ini menurut kamu? Apakah kamu mendapatkan pelajaran yang bermanfaat? Silahkan bertanya kalau ada yang ingin diperjelas. Tolong bantu saya juga untuk menyebarkan entry ini ke social media dengan mengklik tombol-tombol share di bawah ini ya ↓ Thanks!

Suka entry ini? Beritahu teman-teman kamu juga ya ↓
  • Facebook
  • Twitter
  • Digg
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz

2nd Mar 10. Posted in data collection, internet marketing, offline campaign, online campaign, pemikiran, post click marketing, ramblings, user experience, web analytics.

View or Post Comments.